Suatu Ketika : Memorabilia | Suatu waktu, seorang paman membelikan sebuah boneka lucu untuk keponakannya yang berusia 5 tahun. Boneka seharga ratusan ribu itu dibeli pamannya di sebuah toko boneka terkenal di kotanya. Toko teersebut memang terkenal menjual boneka-boneka yang bagus dan berkualitas. Sore itu sang paman membelinya sebagai hadiah ulang tahun keponakan kecilnya itu.

Sesampainya dirumah, sang paman disambut oleh istri dan keponakannya yang masih kecil itu. Dengan wajah yang gembira si gadis kecil itu sangat senang pamannya pulang dengan membawa boneka yang sangat lucu. Di Sore yang nampak anggun oleh senja itu seorang gadis kecil bermain diteras rumah bersama boneka baru dan satu boneka kesayangannya. Suasana rumah pun menghangat dengan penuh kebahagiaan.

Setelah sore  menggerai senjanya

Malam pun mulai menyapa keluarga yang terdiri dari paman, bibi, dan keponakan kecilnya. semakin larut, waktu beristirahat pun tiba. Seperti biasa, gadis kecil itu bersiap menuju kamar tidurnya yang hangat. Sesaat hendak menuju kamar tidurnya, gadis kecil itu teringat dengan boneka-bonekanya. memang sudah menjadi kebiasaan bagi si gadis kecil itu memeluk boneka-bonekanya saat tidur.

Ia pun mencari boneka kesayangannya, ia berjalan ke ruang tengah namun tak menemuinya. ia mencari terus menerus hingga sang paman bertanya “Nak. sedang apa ?”, gadis kecil itu pun menjawab, “Paman, melihat Boneka Momoku tidak ?” tanya kembali si gadis kecil itu. Boneka Momoku merupakan boneka kesayangan si gadis kecil itu yang telah lama ada bahkan sebelum gadis kecil itu terlahir. “Tidak Nak, ayo tidur sudah larut malam. besok pagi kita cari sama-sama” Jawab sang bibi yang berdiri berdampingan dengan paman diruang tengah.

Mata sang gadis kecil perlahan mulai berkaca-kaca, tak bisa ia sembunyikan ketakutannya itu. Ia berpikir bahwa Momoku akan benar-benar hilang jika tidak dicari malam itu. Sang bibi pun menghampiri dan memeluknya, “Nak, malam ini bobonya sama boneka yang dibeli paman tadi sore ya. besok pagi kita cari Momoku nya” ucap sang bibi  berusaha menenangkan.

Memorabilia

Sebenarnya Paman dan bibinya mengetahui dimana boneka kesayangannya itu berada. namun memang sengaja ia sembunyikan, karena menurutnya boneka itu sudah rusak, pada beberapa bagian terdapat kapas yang mulai keluar dan kondisi yang kumal itu membuat paman dan bibinya membelikan boneka baru sebagai gantinya.

Gadis kecil itu masih dengan tangis lirihnya, terus mengusap dan menutup wajahnya dengan tangan kecilnya. Hingga pada akhirnya sang paman beranjak menuju kamarnya dan membawa boneka Momoku itu kembali.. “Ini nak, bonekamu. Sudah ya jangan bersedih lagi” gadis kecil itu mulai berhenti menangis dan memeluk erat boneka kesayangannya itu.

“Nak, kenapa kamu sangat menyukai boneka itu ? padahal paman sudah membelikanmu boneka yang lebih bagus.” Tanya sang bibi. “Bibi, ini boneka pemberian ibuku, setiap kali aku memeluknya saat tidur, aku merasa sedang memeluk ibuku” Jawab polos gadis kecil itu.

Gadis kecil itu memang satu-satunya yang selamat dari peristiwa kebakaran beberapa tahun yang lalu, Ayah dan ibunya terjebak dalam kobaran api dan tidak bisa keluar, sedangkan sang gadis kecil berhasil diselamatkan oleh pamannya. Boneka itu menjadi satu-satunya benda yang tersisa, menyimpan banyak momen semasa ibunya masih bersamanya.

Mendengar alasan itu, bibi memeluknya dan meminta maaf karena sempat berpikir akan membuang boneka yang sudah kumal itu. Rasa bersalah dan sedih menghinggapi Paman dan bibi yang sekarang menjadi orang tua yang mengasuh gadis kecil itu.

Keberhargaan Sesuatu tidak ditentukan oleh seberapa besar nominal

Banyak hal di dunia ini yang memiliki kadar yang lebih bagus, lebih indah, dan kelebihan lainya. Namun ketika hati seseorang merasa cukup atas apa yang ia miliki sekarang, nampak tak lagi ia tertarik dengan lainnya. Dengan uang ratusan ribu Sang paman membeli boneka baru itu. Secara materil, boneka baru itu lebih baik kondisinya dibanding Momoku boneka kesayangan sang gadis kecil. Namun ada hal yang terlewat dari pemahaman sang paman, yaitu nilai histori dari Momoku.

Setiap momen yang terekam dalam benak gadis kecil itu menempel lekat pada Momoku, setiap ingatan ia saat bermain bersama ibunya selalu bangkit ketika melihat boneka itu. Bahkan setiap ia tidur memeluknya, serasa ia sedang memeluk ibunya. Boneka itu bukan sekedar boneka kumal, baginya boneka itu adalah pengobat sesaat atas kerinduanya pada ibunya. Tidak semua yang berharga itu selalu bernominal, sebab sering kali seberapapun nominalnya tak mampu meyepadankannya.

Bahagia itu sederhana

Bahagia itu sederhana, sampai-sampai banyak orang menyepelekan kebahagiaan orang lain. Namun payahnya, sering kali ia merumitkan kebahagiaanya sendiri. Jika ada yang berpendapat bahwa kebahagiaan adalah perspektif masing-masing, maka hal yang perlu dilakukan untuk membuat kita tahu kebahagiaan orang adalah dengan memahami perspektifnya.

Perihal memahami,
Memahami orang lain memang sulit. namun lebih menyulitkan jika kita ingin dipahami tapi enggan memahami.

Dan perihal Membahagiakan orang lain,
Kita tidak bisa membahagiakan semua orang, tapi kita juga tidak berhak menghancurkan kebahagiaan orang lain, dengan meremehkan sesuatu yang nampak sangat berharga bagi seseorang, misalnya.