Konsekuensi

 

Berhentilah membubuhi gula pada kopi.
Dan sejenak mari kita adili pikiran sendiri.
Memang kecenderungan kita melangkah kaki pada yang kita sukai,
dan mengabaikan esensi.

Gula pada kopi adalah bentuk ‘kedzaliman’ atas kejujuran dan kenyataan.
Tersebab, hanya sekedar untuk ingin disukai, gula dihadirkan untuk menyamarkan Kejujurannya.
Semua orang benci dibohongi, namun pada kenyataannya setiap orang pula nampak tak suka kejujuran yang pahit.

Kali ini berhentilah membubuhi gula pada kopi.
Membiarkan ia menjadi selaksa rasa yang memekat di lidah mereka yang memang gemar menerima kejujuran.
Membiarkan yang apa adanya benar-benar menjadi dirinya sendiri.
Disukai atau dibenci, adalah konsekuensi.
Toh di bumi ini, masih ada sisa-sisa keadilan yang bersembunyi.
Di hari yang tersisa ini,
Percayalah, masih ada yang selalu merindukan kopi tanpa gula dipagi hari.

Leave a Reply

error: Content is protected !!